Kamis, 17 Desember 2009
Kebaktian Natal SMAK 4: GKI Surya Utama
Pembicara: Pdt. Joseph Theo
Yohanes 1 : 5
Yohanes 3 : 19
Ada tiga hal mengenai terang:
Terang = sinar atau cahaya.
Firman Tuhan mengatakan: Terang telah datang (Terang di sini maksudnya Tuhan YESUS), tapi manusia lebih suka kegelapan.
Terang adalah sesuatu yang dapat menerangkan sesuatu yang lain, apalagi sesuatu yang tersembunyi. YESUS datang ke dunia karena dunia sudah mengalami kegelapan. Jika kita berada dalam kegelapan, kita tidak dapat melihat apa-apa. Oleh karena itu, kita perlu terang. Sudah bertahun-tahun kita keluar-masuk kamar dengan lancar dan tanpa gangguan karena ada terang. Tapi kalau dalam keadaan mati lampu (tidak ada cahaya), kita tidak dapat melakukannya dengan lancar.
Banyak orang tidak percaya YESUS bukan karena YESUS-nya jelek, tetapi mereka sendiri sudah masuk dalam kegelapan.
Terang = menyadarkan posisi di mana orang berada.
Saat Adam dan Hawa berbuat dosa dan bersembunyi, Tuhan berkata: Dimanakah engkau! Ini diakhiri dengan tanda seru sebab Tuhan sudah tahu keberadaan mereka.
Kalau pergi ke tempat yang salah, jangan lakukan (1 Korintus 15 : 33).
Di dalam kehidupan kita, kita punya tiga guru beserta pintunya: Guru orangtua (pintu rumah), guru di masyarakat (pintu masyarakat), dan guru di sekolah (pintu sekolah). Guru orangtua adalah orang yang selalu kita jumpai tiap hari. Mereka yang mendidik kita hingga saat ini dan masih mendidik kita. Guru di masyarakat adalah teman kita. Mereka yang biasa kita ajak bicara, curhat, dan sharing. Guru di sekolah adalah guru yang mengajar kita tentang segala sesuatu di sekolah. Di antara ketiga guru ini, yang paling berbahaya adalah guru di masyarakat, karena mereka bisa membawa kita menuju kebenaran, tapi bisa juga menjerumuskan kita kepada dosa (dan ini yang paling sering).
Berikut dua contoh akibat dari guru masyarakat:
Kalau pergi ke tempat yang salah, jangan lakukan (1 Korintus 15 : 33).
Di dalam kehidupan kita, kita punya tiga guru beserta pintunya: Guru orangtua (pintu rumah), guru di masyarakat (pintu masyarakat), dan guru di sekolah (pintu sekolah). Guru orangtua adalah orang yang selalu kita jumpai tiap hari. Mereka yang mendidik kita hingga saat ini dan masih mendidik kita. Guru di masyarakat adalah teman kita. Mereka yang biasa kita ajak bicara, curhat, dan sharing. Guru di sekolah adalah guru yang mengajar kita tentang segala sesuatu di sekolah. Di antara ketiga guru ini, yang paling berbahaya adalah guru di masyarakat, karena mereka bisa membawa kita menuju kebenaran, tapi bisa juga menjerumuskan kita kepada dosa (dan ini yang paling sering).
Berikut dua contoh akibat dari guru masyarakat:
- Ada seorang anak SMA, ia pergi ke sekolah. Pada saat pulang, ia berani ngomong "babi." Saat ditanya orangtuanya, "Siapa yang ngajarin?" Anak itu menjawab, "Teman saya."
- Ada seorang anak SMA, dia pergi ke sekolah dengan mobil sendiri. Setelah sampai di depan sekolah, ia tidak masuk ke sekolah tapi pergi ke mall. Dia mengganti seragam sekolah dengan baju kesehariannya. Setelah jam pulang sekolah tiba, ia mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah, kemudian ia pulang. Sesaat kemudian, ada telepon dari pihak sekolah. Orangtua anak itu membantah bahwa anaknya pergi ke sekolah dengan bukti bahwa anaknya pergi dan pulang dengan seragam. Tapi pihak sekolah menjawab bantahan orangtua itu bahwa anaknya tidak ada di sekolah (alias bolos).
Jadi benarlah ada pernyataan berikut:
Satu dosa memerlukan banyak dosa untuk memperkuat dosa yang satu itu.
Satu kebohongan memerlukan banyak kebohongan untuk memperkuat kebohongan yang satu itu.
Salah satu bagian yang penting dalam kehidupan orang Kristen adalah baptisan. Yang terpenting dari baptisan bukan nama baru. Memang pada baptisan di gereja Kristen (dan juga gereja Katolik), seseorang akan mendapatkan nama baru. Tetapi itu bukan yang terpenting, melainkan perbuatan yang baru.
Percuma saja jika kita dibaptis masih bermain di warnet, masih nyontek, masih main playstation secara berlebihan.
Terang = melambangkan kejujuran dan keberanian, bukan kemunafikan.
YESUS disalib dan dibenci. Ia dibenci karena Ia menunjukkan kebenaran.
Anak kecil merasa ketakutan jika mati lampu. Oleh karena itu, kita harus memberikan alat penerang.
Untuk itu, kita harus menjadi seperti akuarium, yang dimana bisa terlihat dari sisi manapun.
Berikut merupakan dua contoh peristiwa yang menunjukkan suatu kemunafikan:
1. Anak di dalam rumah diacungkan jempol. Tapi di lingkungan masyarakat menjadi sebaliknya.
2. Murid di depan guru, "Selamat pagi pak/bu." Di belakang guru, "Kurangajar, lu!"
Jika Anda pernah mengalami kedua hal itu, ubahlah perilaku Anda!
Orang yang paling bahagia adalah orang yang selalu membagi-bagikan terang berupa kebenaran.
Ringkasan khotbah ini dibuat oleh Michael Lioe, dengan beberapa pengubahan.
Ringkasan khotbah asli dapat Anda lihat di alkitab Michael Lioe.
Anda juga dapat memperbaiki ringkasan khotbah ini melalui chat box atau komentar.
Tuhan YESUS memberkati