Senin, 2 Desember 2009
Bidston (kebaktian khusus) Persiapan Ulangan Umum
Pembicara: Pdt. Simon Stevi
1 Korintus 3 : 10 - 11.
Ada falsafah yang berbunyi: Engkau dan saya akan menjadi manusia sejati atau manusia otentik jika kita memiliki kerja keras, komitmen (tekad), dan ketulusan.
Agustinus mengatakan bahwa kita semua bisa saja meninggalkan Tuhan kalau kita sedang mendapatkan suatu pencobaan.
Agustinus adalah seseorang yang pernah menjalin hubungan dengan perempuan lain tanpa ikatan apapun. Setelah itu, mereka mempunyai seorang anak, tetapi kemudian anaknya dipanggil oleh Tuhan. Setelah itu, barulah ia menerima Tuhan.
Selain kerja keras, komitmen, dan ketulusan, ada tiga hal lain yang diperlukan untuk menjadi manusia sejati: cinta, kasih, dan doa.
Akal budi yang diberikan Tuhan kepada manusia menandakan bahwa manusia berbeda satu sama lain. Oleh karena kita memiliki akal budi, kita dapat belajar. Orang yang mau dan suka belajar adalah orang yang segambar (secitra) dengan Tuhan.
Dalam hidup, kita diberikan dua pilihan: belajar (bekerja keras) atau bermalas-malasan (tidak mau bersusah-payah, orang gampangan).
Orang yang belajar diibaratkan sebagai orang yang membangun rumahnya dengan emas, perak, dan logam. Ketiganya merupakan sesuatu yang mahal, sukar didapat, tetapi dapat bertahan sampai beberapa tahun.
Orang yang bermalas-malasan diibaratkan sebagai orang yang membangun rumahnya dengan jerami, rumput, dan kayu. Ketiganya merupakan sesuatu yang murah, mudah didapat, tetapi hanya bertahan sampai beberapa hari dan bisa hancur jika badai datang menerpa.
Otak kita diibaratkan sebagai RAM dan Hard Disk. Dalam komputer, jika RAM kecil tetapi Hard Disk besar, maka komputer tersebut akan berjalan secara lambat. Sebaliknya, jika RAM besar tetapi Hard Disk kecil, maka ruang penyimpanan untuk menyimpan suatu data sedikit. Oleh karena itu, keduanya harus besar agar komputer dapat digunakan secara baik.
Ringkasan khotbah ini diposting oleh Michael Lioe, dengan beberapa perubahan.
Ringkasan khotbah asli dapat dilihat di alkitab Michael Lioe.
Anda juga dapat memperbaiki ringkasan khotbah ini melalui chat box atau komentar.
Wah, sudah sekian lama tidak posting ringkasan khotbah di blog.
BalasHapusWah, maaf ya. Ringkasannya agak hancur (bukan khotbahnya, tapi paragrafnya).