Sabtu, 30 Januari 2010

Jagalah Mulutmu

Akhir-akhir ini, banyak sekali orang yang sering mengucapkan kata-kata kasar Tidak perlu jauh-jauh. Di sekolah tempat saya belajar kini, banyak orang yang melontarkan kata-kata kasar dan mereka tidak merasa bersalah, sedangkan yang di"kata-katain" malah membalasnya dengan kata-kata yang kasar pula. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang melontarkan kata-kata tersebut kepada saya.

Dari kisah tersebut di atas, mereka yang melontarkan kata-kata kotor sebenarnya merupakan suatu pelanggaran terhadap salah satu ayat yang berbunyi, "Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu." Maksudnya, kita sebagai manusia harus bisa mengontrol atau mengendalikan mulut kita sendiri. Jangan sampai kita lontarkan kebun binatang dan kata-kata kasar lainnya sebab Tuhan tidak menghendaki murid-murid-Nya seperti itu.

Kita diciptakan oleh Tuhan. Mulut kita diciptakan oleh Tuhan. Tapi mengapa yang keluar adalah kebun binatang dan sebagainya? Saya ingatkan: kata-kata kasar yang kita keluarkan merupakan bisikan dan godaan dari setan agar kita berbuat dosa dan tidak layak di hadapan Tuhan. Juga, satu kata kasar yang kita lontarkan tidak akan membuat kita masuk ke dalam Surga (jelas, Tempat Mahasuci kenapa dinodai oleh kata (-kata) kasar kita?).

Saya tahu, untuk menghilangkan itu semua cukup sulit. Tapi lama-kelamaan kita tidak akan melontarkan kata-kata kasar lagi jika kita berusaha untuk tidak melontarkan kata-kata kasar tersebut.

Jagalah mulutmu, jangan sampai kata-kata kasar dan kebun binatang keluar dari kandang suara Anda. Tuhan YESUS memberkati.

Kamis, 21 Januari 2010

Rendah Hati pada Semua Orang

Kebaktian SMAK 4
Senin, 18 Januari 2010
Oleh: Pdt. Sugiarto

Bacaan alkitab diambil dari 1 Korintus 12 : 12 - 31 (Banyak Anggota tapi Satu Tubuh). Bacaan ini ditulis karena pada masa itu banyak orang yang tinggi hati.
Ada satu keluarga yang mapan (memiliki empat anak) dan mereka semua pintar. Suatu saat, mereka pergi ke luar dan menunjukkan ilmu mereka masing-masing. Yang bungsu mengatakan, "Saya akan membuat kerangka binatang dari tulang." Anak yang ketiga tidak mau kalah. Dia mengatakan, "Saya juga akan membuat organ tubuh bagian dalamnya." Anak yang kedua juga tidak mau kalah dengan mengatakan, "Saya juga akan membuat kulitnya." Sampai pada anak yang sulung. Sebagai anak pertama dan paling tua, dia tidak mau kalah dengan adik-adiknya. Dia berkata, "Saya juga akan menghidupkan binatang tersebut."
Si bungsu mencari tulang binatang di tebing, dan ia berhasil membuat kerangka binatang, tepat dengan yang ia katakan. Anak ketiga membuat organ tubuh bagian dalamnya, dan ia juga berhasil, sesuai dengan yang ia katakan. Begitu juga dengan anak yang kedua: ia membuat kulit dari binatang itu. Dan ia berhasil, sesuai dengan yang ia katakan. Terbentuklah harimau. Begitu anak pertama melihat bahwa binatang itu sudah jadi, ia sudah tidak niat untuk menghidupkannya. Tapi ia sudah berjanji akan membuat binatang itu hidup. Akhirnya ia memberi hidup kepadanya. Apa yang terjadi? Mereka mati diterkam harimau tersebut.
Dari cerita tersebut, kita dapat mengerti bahwa ketika orang memamerkan kesombongannya, maka ia harus menanggung resiko dan mati.
Perlu diingat, bahwa rendah hati berlainan dengan tinggi hati. Dalam kitab Amsal, tinggi hati mendahului kejatuhan dan merupakan kekejian. Sebagai contoh: Mike Tyson merasa bahwa ia merupakan seorang juara oleh karena ia mengalahkan semua musuh-musuhnya (oleh karena itu ia disebut sebagai leher beton). Akhirnya, ia kalah oleh lawannya yang ia anggap enteng. Di baju tinjunya (lawan yang mengalahkan Mike Tyson), terdapat tulisan Filipi 4 : 13 (sebagai tambahan, Mike Tyson pernah kalah sebanyak dua kali: oleh lawan Mike Tyson dalam pertarungan tinju dan oleh wanita cantik. Ia melakukan suatu perbuatan yang "di luar akal manusia". Akhirnya ia dipenjara).
Orang yang tinggi hati merupakan orang yang mendahului kejatuhan dan mengalami penghancuran. 
Contoh dalam alkitab: Haaman merupakan orang yang paling disegani kedua di Persia. Dia tinggi hati dan menyiapkan tiang gantungan untuk Mordekhai. Ternyata tiang gantungan itu mengenai kepala Haaman sendiri.
Telah diketahui sebelumnya bahwa orang yang tinggi hati akan mengalami kejatuhan dan penghancuran. Sebaliknya, orang yang rendah hati akan dikasihani, diberi pujian, dan mendapat keselamatan oleh Tuhan.
Orang yang rendah hati, meski ia kaya, ia tidak memamerkan kekayaannya.
Tidak mungkin kita berkata, "Saya adalah orang yang paling hebat." Padahal, Tuhan telah memberi talenta dan kemampuan kepada masing-masing orang.
Orang-orang di Korintus merasa bahwa mereka bisa membuat nubuat, mujizat, dan mengerti semua bahasa Roh. Padahal, itu semua hanya akan terjadi jika ada campur tangan dari Tuhan. Oleh karena itu, mereka mengadakan perpecahan dan Rasul Paulus menulis 1 Korintus 12 : 12 - 31.
Kita tidak perlu (bahkan tidak boleh) memamerkan segala sesuatu yang baik dalam diri kita, tetapi kelemahan dalam diri kita juga kita "pamer"-kan.
Paulus juga berkata dalam 1 Korintus 13 : 1: Yang paling tinggi adalah kasih. Jika kita peduli dan ramah terhadap orang yang lemah, kita pasti memiliki kasih.
Jika kita merupakan orang yang rendah hati, maka kita tidak boleh menghina orang lain. Ini merupakan karakter yang harus dibentuk.
Ilustrasi:
Ada seorang raja. Ia memiliki seorang anak. Karena raja sangat sibuk, ia memiliki permaisuri. Karena permaisuri itulah anak tersebut menjadi agak angkuh dan manja. Oleh karena itu, anak tersebut disuruh ke Bukit Bijaksana oleh Sang Raja. Jika anak tersebut gagal, maka seluruh harta kerajaan akan diserahkan kepada orang lain. Saat guru di tempat itu sedang mengajar, guru itu kewalahan karena melihat seorang anak raja yang bertingkah laku seenaknya. Suatu saat, guru itu mengajaknya minum teh. Anak itu mengambil cangkir kosong dan guru menuangkan teh. Meskipun cangkirnya sudah penuh, guru itu tetap menuang tehnya. Kemudian anak itu mengerang kesakitan karena panasnya teh tersebut.
Dari ilustrasi di atas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita harus mengosongkan cangkir hati kita. Cangkir hati yang penuh menunjukkan kesombongan atau ketinggi-hatian.
Perempuan-perempuan zaman sekarang sudah ada yang berani bikin geng, seperti geng anak jalan, geng motor, geng sepeda, dan lain-lain. Lebih baik, jangan dibuat karena akan menimbulkan persaingan yang negatif.
Sekali lagi, orang yang rendah hati merupakan orang yang peduli, mau belajar perasaan orang lain dan mau menghargai orang lain.

Diposting oleh: Michael Lioe (dengan beberapa perubahan).
Ringkasan khotbah asli dapat dilihat pada alkitab Michael Lioe.
Anda dapat membantu memperbaiki ringkasan khotbah ini melalui chat box atau lembar komentar.

Tuhan YESUS memberkati.

Senin, 11 Januari 2010

Pertolongan Tuhan Setelah Kebakaran

 Pertolongan Tuhan Setelah Kebakaran
Oleh: Minarto Jonathan, Gembala GBI Ampera dan GBI Angkasa

Kebakaran yang terjadi pada 23 April 2007, nyaris menghancurkan usaha spareparts yang saya rintis mulai dari nol. Selama 3 jam api membakar habis semua yang ada di toko dan hasilnya 17 truk sampah mengangkut sisa-sisa puingnya. Saya sempat down, begitu juga anak-anak. Tetapi puji Tuhan istri saya sangat menguatkan saya. Setelah dihitung total kerugian mencapai 3 milyar. Saya hanya bisa menangis dan menangis.
Tuhan ingatkan saya, "Bukankah sepanjang 2007, kamu banyak berbicara tentang Ayub? Perhatikan hamba-Ku Ayub!" Saya menangis, minta ampun. Memang setiap kali saya berkhotbah, selalu saya katakan kepada jemaat, "Jangan melihat kepada masalah yang ada. Pasti Tuhan beri kekuatan." Tapi waktu itu 'kan saya tidak sedang menghadapi masalah sehingga enteng saja bicara hal itu. Kemudian Tuhan beri kekuatan, saya bisa berdoa lagi bersama istri dan ketiga anak saya. Rumah memang masih ada tetapi mobil dijual dan semua tabungan dipakai membayar kerugian dan hutang, tapi masih tidak cukup.
Beberapa teman hamba Tuhan menawarkan bantuan 300 juta, 400 juta. Tapi saya tidak menerimanya karena ingin melihat pertolongan Tuhan. Kemudian mujizat Tuhan mulai terjadi dan berkat-Nya mengalir. Ada yang tiba-tiba memberi saya amplop berisi uang dan memaksa saya untuk menerimanya. Kemudian para supplier mulai berdatangan lagi, meskipun ada yang percaya kepada saya ada juga yang tidak. Ada beberapa yang meminta saya cepat-cepat merenovasi toko dan mereka tetap support saya. "Kita sudah kenal belasan tahun, jadi untuk pembayaran terserah bapak mau dicicil berapa lama, ada yang 6 bulan sampai 1 tahun setengah," begitu kata mereka.
Puji Tuhan, mertua saya memiliki lahan kecil seluas 1,5 × 5 m² tidak jauh dari tempat usaha saya. Dan saya mulai bangun toko yang tidak terlalu besar di sana sambil menunggu toko yang terbakar dibangun kembali dan direnovasi. Beberapa orang menitip jual barangnya di situ.
Karyawan saya berjumlah 20 orang dan setelah kebakaran tidak ada yang terkena PHK, karena di antara mereka sudah bekerja belasan tahun. Ada yang sudah bertobat dan ada pula yang sudah menikah dengan sesama karyawan. Sejak toko direnovasi sampai selesai tidak ada dari mereka yang mau digaji. Tepat 1 bulan 5 hari, toko selesai direnovasi.
Yang membuat saya heran, toko yang tadinya hanya bisa menampung 12 motor sekarang bisa menampung 3× lipat. Kamar karyawan yang tadinya hanya 3 sekarang menjadi 9 kamar. Kami berpikir setelah kebakaran dan tutup toko selama renovasi, langganan akan hilang, tapi ternyata semakin ramai. Puji Tuhan!!
Mujizat Tuhan sungguh luar biasa! Setelah kebakaran, selain toko kami makin ramai, barang di toko semakin banyak, rumah kami sekarang juga makin luas. Sampai banyak orang di sekitar kami yang tidak percaya karena setelah mengalami musibah kebakaran justru bisa membangun rumah yang lebih besar. Istri yang seorang akuntan juga sangat heran melihat uang yang ada.
Sungguh apa yang saya pelajari dari Ayub, saya alami. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus!!