Kebaktian SMAK 4
Senin, 18 Januari 2010
Oleh: Pdt. Sugiarto
Bacaan alkitab diambil dari 1 Korintus 12 : 12 - 31 (Banyak Anggota tapi Satu Tubuh). Bacaan ini ditulis karena pada masa itu banyak orang yang tinggi hati.
Ada satu keluarga yang mapan (memiliki empat anak) dan mereka semua pintar. Suatu saat, mereka pergi ke luar dan menunjukkan ilmu mereka masing-masing. Yang bungsu mengatakan, "Saya akan membuat kerangka binatang dari tulang." Anak yang ketiga tidak mau kalah. Dia mengatakan, "Saya juga akan membuat organ tubuh bagian dalamnya." Anak yang kedua juga tidak mau kalah dengan mengatakan, "Saya juga akan membuat kulitnya." Sampai pada anak yang sulung. Sebagai anak pertama dan paling tua, dia tidak mau kalah dengan adik-adiknya. Dia berkata, "Saya juga akan menghidupkan binatang tersebut."
Si bungsu mencari tulang binatang di tebing, dan ia berhasil membuat kerangka binatang, tepat dengan yang ia katakan. Anak ketiga membuat organ tubuh bagian dalamnya, dan ia juga berhasil, sesuai dengan yang ia katakan. Begitu juga dengan anak yang kedua: ia membuat kulit dari binatang itu. Dan ia berhasil, sesuai dengan yang ia katakan. Terbentuklah harimau. Begitu anak pertama melihat bahwa binatang itu sudah jadi, ia sudah tidak niat untuk menghidupkannya. Tapi ia sudah berjanji akan membuat binatang itu hidup. Akhirnya ia memberi hidup kepadanya. Apa yang terjadi? Mereka mati diterkam harimau tersebut.
Dari cerita tersebut, kita dapat mengerti bahwa ketika orang memamerkan kesombongannya, maka ia harus menanggung resiko dan mati.
Perlu diingat, bahwa rendah hati berlainan dengan tinggi hati. Dalam kitab Amsal, tinggi hati mendahului kejatuhan dan merupakan kekejian. Sebagai contoh: Mike Tyson merasa bahwa ia merupakan seorang juara oleh karena ia mengalahkan semua musuh-musuhnya (oleh karena itu ia disebut sebagai leher beton). Akhirnya, ia kalah oleh lawannya yang ia anggap enteng. Di baju tinjunya (lawan yang mengalahkan Mike Tyson), terdapat tulisan Filipi 4 : 13 (sebagai tambahan, Mike Tyson pernah kalah sebanyak dua kali: oleh lawan Mike Tyson dalam pertarungan tinju dan oleh wanita cantik. Ia melakukan suatu perbuatan yang "di luar akal manusia". Akhirnya ia dipenjara).
Orang yang tinggi hati merupakan orang yang mendahului kejatuhan dan mengalami penghancuran.
Contoh dalam alkitab: Haaman merupakan orang yang paling disegani kedua di Persia. Dia tinggi hati dan menyiapkan tiang gantungan untuk Mordekhai. Ternyata tiang gantungan itu mengenai kepala Haaman sendiri.
Telah diketahui sebelumnya bahwa orang yang tinggi hati akan mengalami kejatuhan dan penghancuran. Sebaliknya, orang yang rendah hati akan dikasihani, diberi pujian, dan mendapat keselamatan oleh Tuhan.
Orang yang rendah hati, meski ia kaya, ia tidak memamerkan kekayaannya.
Tidak mungkin kita berkata, "Saya adalah orang yang paling hebat." Padahal, Tuhan telah memberi talenta dan kemampuan kepada masing-masing orang.
Orang-orang di Korintus merasa bahwa mereka bisa membuat nubuat, mujizat, dan mengerti semua bahasa Roh. Padahal, itu semua hanya akan terjadi jika ada campur tangan dari Tuhan. Oleh karena itu, mereka mengadakan perpecahan dan Rasul Paulus menulis 1 Korintus 12 : 12 - 31.
Kita tidak perlu (bahkan tidak boleh) memamerkan segala sesuatu yang baik dalam diri kita, tetapi kelemahan dalam diri kita juga kita "pamer"-kan.
Paulus juga berkata dalam 1 Korintus 13 : 1: Yang paling tinggi adalah kasih. Jika kita peduli dan ramah terhadap orang yang lemah, kita pasti memiliki kasih.
Jika kita merupakan orang yang rendah hati, maka kita tidak boleh menghina orang lain. Ini merupakan karakter yang harus dibentuk.
Ilustrasi:
Ada seorang raja. Ia memiliki seorang anak. Karena raja sangat sibuk, ia memiliki permaisuri. Karena permaisuri itulah anak tersebut menjadi agak angkuh dan manja. Oleh karena itu, anak tersebut disuruh ke Bukit Bijaksana oleh Sang Raja. Jika anak tersebut gagal, maka seluruh harta kerajaan akan diserahkan kepada orang lain. Saat guru di tempat itu sedang mengajar, guru itu kewalahan karena melihat seorang anak raja yang bertingkah laku seenaknya. Suatu saat, guru itu mengajaknya minum teh. Anak itu mengambil cangkir kosong dan guru menuangkan teh. Meskipun cangkirnya sudah penuh, guru itu tetap menuang tehnya. Kemudian anak itu mengerang kesakitan karena panasnya teh tersebut.
Dari ilustrasi di atas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita harus mengosongkan cangkir hati kita. Cangkir hati yang penuh menunjukkan kesombongan atau ketinggi-hatian.
Perempuan-perempuan zaman sekarang sudah ada yang berani bikin geng, seperti geng anak jalan, geng motor, geng sepeda, dan lain-lain. Lebih baik, jangan dibuat karena akan menimbulkan persaingan yang negatif.
Sekali lagi, orang yang rendah hati merupakan orang yang peduli, mau belajar perasaan orang lain dan mau menghargai orang lain.
Diposting oleh: Michael Lioe (dengan beberapa perubahan).
Ringkasan khotbah asli dapat dilihat pada alkitab Michael Lioe.
Anda dapat membantu memperbaiki ringkasan khotbah ini melalui chat box atau lembar komentar.
Tuhan YESUS memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar