Senin, 21 Desember 2009

Terang

Kamis, 17 Desember 2009
Kebaktian Natal SMAK 4: GKI Surya Utama
Pembicara: Pdt. Joseph Theo


Yohanes 1 : 5
Yohanes 3 : 19


Ada tiga hal mengenai terang:
Terang = sinar atau cahaya.
Firman Tuhan mengatakan: Terang telah datang (Terang di sini maksudnya Tuhan YESUS), tapi manusia lebih suka kegelapan.
Terang adalah sesuatu yang dapat menerangkan sesuatu yang lain, apalagi sesuatu yang tersembunyi. YESUS datang ke dunia karena dunia sudah mengalami kegelapan. Jika kita berada dalam kegelapan, kita tidak dapat melihat apa-apa. Oleh karena itu, kita perlu terang. Sudah bertahun-tahun kita keluar-masuk kamar dengan lancar dan tanpa gangguan karena ada terang. Tapi kalau dalam keadaan mati lampu (tidak ada cahaya), kita tidak dapat melakukannya dengan lancar.


Banyak orang tidak percaya YESUS bukan karena YESUS-nya jelek, tetapi mereka sendiri sudah masuk dalam kegelapan.


Terang = menyadarkan posisi di mana orang berada.
Saat Adam dan Hawa berbuat dosa dan bersembunyi, Tuhan berkata: Dimanakah engkau! Ini diakhiri dengan tanda seru sebab Tuhan sudah tahu keberadaan mereka.


Kalau pergi ke tempat yang salah, jangan lakukan (1 Korintus 15 : 33).


Di dalam kehidupan kita, kita punya tiga guru beserta pintunya: Guru orangtua (pintu rumah), guru di masyarakat (pintu masyarakat), dan guru di sekolah (pintu sekolah). Guru orangtua adalah orang yang selalu kita jumpai tiap hari. Mereka yang mendidik kita hingga saat ini dan masih mendidik kita. Guru di masyarakat adalah teman kita. Mereka yang biasa kita ajak bicara, curhat, dan sharing. Guru di sekolah adalah guru yang mengajar kita tentang segala sesuatu di sekolah. Di antara ketiga guru ini, yang paling berbahaya adalah guru di masyarakat, karena mereka bisa membawa kita menuju kebenaran, tapi bisa juga menjerumuskan kita kepada dosa (dan ini yang paling sering).


Berikut dua contoh akibat dari guru masyarakat:

  1. Ada seorang anak SMA, ia pergi ke sekolah. Pada saat pulang, ia berani ngomong "babi." Saat ditanya orangtuanya, "Siapa yang ngajarin?" Anak itu menjawab, "Teman saya."
  2. Ada seorang anak SMA, dia pergi ke sekolah dengan mobil sendiri. Setelah sampai di depan sekolah, ia tidak masuk ke sekolah tapi pergi ke mall. Dia mengganti seragam sekolah dengan baju kesehariannya. Setelah jam pulang sekolah tiba, ia mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah, kemudian ia pulang. Sesaat kemudian, ada telepon dari pihak sekolah. Orangtua anak itu membantah bahwa anaknya pergi ke sekolah dengan bukti bahwa anaknya pergi dan pulang dengan seragam. Tapi pihak sekolah menjawab bantahan orangtua itu bahwa anaknya tidak ada di sekolah (alias bolos).
Jadi benarlah ada pernyataan berikut:
Satu dosa memerlukan banyak dosa untuk memperkuat dosa yang satu itu.
Satu kebohongan memerlukan banyak kebohongan untuk memperkuat kebohongan yang satu itu.

Salah satu bagian yang penting dalam kehidupan orang Kristen adalah baptisan. Yang terpenting dari baptisan bukan nama baru. Memang pada baptisan di gereja Kristen (dan juga gereja Katolik), seseorang akan mendapatkan nama baru. Tetapi itu bukan yang terpenting, melainkan perbuatan yang baru.
Percuma saja jika kita dibaptis masih bermain di warnet, masih nyontek, masih main playstation secara berlebihan.

Terang = melambangkan kejujuran dan keberanian, bukan kemunafikan.
YESUS disalib dan dibenci. Ia dibenci karena Ia menunjukkan kebenaran.
Anak kecil merasa ketakutan jika mati lampu. Oleh karena itu, kita harus memberikan alat penerang.
Untuk itu, kita harus menjadi seperti akuarium, yang dimana bisa terlihat dari sisi manapun.

Berikut merupakan dua contoh peristiwa yang menunjukkan suatu kemunafikan:
1. Anak di dalam rumah diacungkan jempol. Tapi di lingkungan masyarakat menjadi sebaliknya.
2. Murid di depan guru, "Selamat pagi pak/bu." Di belakang guru, "Kurangajar, lu!"
Jika Anda pernah mengalami kedua hal itu, ubahlah perilaku Anda!

Orang yang paling bahagia adalah orang yang selalu membagi-bagikan terang berupa kebenaran.

Ringkasan khotbah ini dibuat oleh Michael Lioe, dengan beberapa pengubahan.
Ringkasan khotbah asli dapat Anda lihat di alkitab Michael Lioe.
Anda juga dapat memperbaiki ringkasan khotbah ini melalui chat box atau komentar.

Tuhan YESUS memberkati


Minggu, 20 Desember 2009

Menjadi Manusia Sejati

Senin, 2 Desember 2009
Bidston (kebaktian khusus) Persiapan Ulangan Umum
Pembicara: Pdt. Simon Stevi


1 Korintus 3 : 10 - 11.
Ada falsafah yang berbunyi: Engkau dan saya akan menjadi manusia sejati atau manusia otentik jika kita memiliki kerja keras, komitmen (tekad), dan ketulusan.
Agustinus mengatakan bahwa kita semua bisa saja meninggalkan Tuhan kalau kita sedang mendapatkan suatu pencobaan.



Agustinus adalah seseorang yang pernah menjalin hubungan dengan perempuan lain tanpa ikatan apapun. Setelah itu, mereka mempunyai seorang anak, tetapi kemudian anaknya dipanggil oleh Tuhan. Setelah itu, barulah ia menerima Tuhan.


Selain kerja keras, komitmen, dan ketulusan, ada tiga hal lain yang diperlukan untuk menjadi manusia sejati: cinta, kasih, dan doa.


Akal budi yang diberikan Tuhan kepada manusia menandakan bahwa manusia berbeda satu sama lain. Oleh karena kita memiliki akal budi, kita dapat belajar. Orang yang mau dan suka belajar adalah orang yang segambar (secitra) dengan Tuhan.
Dalam hidup, kita diberikan dua pilihan: belajar (bekerja keras) atau bermalas-malasan (tidak mau bersusah-payah, orang gampangan).
Orang yang belajar diibaratkan sebagai orang yang membangun rumahnya dengan emas, perak, dan logam. Ketiganya merupakan sesuatu yang mahal, sukar didapat, tetapi dapat bertahan sampai beberapa tahun.
Orang yang bermalas-malasan diibaratkan sebagai orang yang membangun rumahnya dengan jerami, rumput, dan kayu. Ketiganya merupakan sesuatu yang murah, mudah didapat, tetapi hanya bertahan sampai beberapa hari dan bisa hancur jika badai datang menerpa.


Otak kita diibaratkan sebagai RAM dan Hard Disk. Dalam komputer, jika RAM kecil tetapi Hard Disk besar, maka komputer tersebut akan berjalan secara lambat. Sebaliknya, jika RAM besar tetapi Hard Disk kecil, maka ruang penyimpanan untuk menyimpan suatu data sedikit. Oleh karena itu, keduanya harus besar agar komputer dapat digunakan secara baik.


Ringkasan khotbah ini diposting oleh Michael Lioe, dengan beberapa perubahan.
Ringkasan khotbah asli dapat dilihat di alkitab Michael Lioe.
Anda juga dapat memperbaiki ringkasan khotbah ini melalui chat box atau komentar.

Senin, 16 November 2009

Resensi Khotbah (SMAK 4)

Resensi Khotbah: Pdt. Adianto Surjadi
 Rendah Hati Disenangi Tuhan
Senin, 16 November 2009


Ester 6 : 1 - 14
Sebuah kisah yang menceritakan Mordekhai, seseorang yang merupakan orang buangan dan tawanan.

Ada beberapa hal yang ia perbuat dan sungguh berharga:
a. Menyelamatkan raja,
b. Menunjukkan kesetiaan terhadap raja, 
c. Menunjukkan jasa kepada bangsa,
    Dan lain-lain.

Fakta menyebutkan:
Jika ada raja yang mati, maka seluruh negeri akan terjadi kegoncangan. Jika ada pergantian raja, maka sebagian besar orang berebut jabatan menjadi raja.

Pada saat Ester dinobatkan sebagai ratu, ia tidak meminta jasa, karena menjadi ratu merupakan panggilan jiwa. Berbeda dengan orang-orang saat ini. Mereka hanya mau mencari upah dan jasa.

Setelah Mordekhai menyelamatkan raja, raja tidak dapat tidur dan memerintahkan agar membawa dan membaca kitab pencatatan sejarah. Dalam kitab itu, tercatat nama Mordekhai yang berupaya membunuh Raja Ahashweros. Setelah itu, Tuhan menggerakkan hati raja untuk memberikan pakaian kebesaran, kuda, dan mahkota yang selayaknya dipakai oleh raja pada umumnya.

Jika ada sesuatu yang kita kerjakan, maka kita harus mengerjakannya.

Mordekhai mendapat panggilan untuk menyelamatkan raja, dan tak ada seorangpun yang berani menegurnya. Artinya, jika kita mendapat panggilan, maka tidak ada seorangpun yang berani menegur kita.

Di dunia ini, banyak sekali orang yang pintar, tetapi kelakuannya agak buruk. Maka, tidak ada gunanya jika orangnya pintar, tapi kelakuannya buruk (sama saja dengan teroris).

Ada beberapa pengertian rendah hati menurut Mordekhai:
a. Mengerjakan sesuatu dengan tulus,
b. Bekerja tidak karena upah, tetapi untuk membangun hidup,
c. Tidak sombong, dan
d. Sabar.

Jika ada seseorang yang telah berjasa, tetapi tidak dianggap oleh seseorang, biarkan saja. Tunggu saja waktunya Tuhan.

Percuma saja jika kita pintar tapi kelakuan kita buruk. Maka dari itu, jangan hormati orang yang pintar tapi kelakuannya buruk, melainkan hormatilah orang yang pintar dan kelakuannya baik.

Resensi khotbah ini dibuat oleh: Michael Lioe, dengan beberapa perubahan.
Naskah asli dapat dilihat di Alkitab Michael Lioe.

Sabtu, 14 November 2009

Selamat, ya!

Seringkali saya melihat ada suatu kejadian, dimana ada seseorang (sebut namanya A) yang mengalami penderitaan. Entah diejek, dicaci-maki, dimarahi, atau yang lain. Tanpa saya duga, orang lain (si B) malah mengatakan, "Selamat, ya!".

Saudara-Saudari yang dikasihi Tuhan YESUS, jika Anda memiliki sifat yang sama dengan si B, berhati-hatilah. Sesungguhnya, iblis sedang berada di dalam diri Anda. Peristiwa tersebut merupakan salah satu sifat iblis, yaitu bersenang-senang atas penderitaan orang lain.

Saudara-Saudari sekalian, berhati-hatilah. Iblis sedang mencari seseorang yang bisa ia jadikan sebagai korban. Korban di sini adalah seseorang yang sifatnya sejenis dengan si B.

Saya mau bertanya sekarang: adakah di antara Saudara-Saudari yang pernah berbuat demikian? Jika ada, minta ampun sekarang kepada Tuhan. Saya yakin, jika Anda meminta maaf kepada Tuhan, Tuhan pasti akan mengampuni dosa Anda, sebab Dialah Yang Maha Ampun. Asal, Anda berjanji dan bersumpah kepada Tuhan dan diri Anda sendiri, bahwa Anda tidak akan berbuat demikian untuk yang kesekian kalinya.

Lalu, kapan ucapan selamat tersebut diucapkan? Ucapan selamat tersebut diucapkan pada saat teman kita sedang mengalami masa-masa yang indah, bersukacita, bergembira. Masa sih tidak bisa membedakan antara orang yang menderita dengan orang yang bersukacita?

Minggu, 08 November 2009

Bikin Hukuman Sendiri (bagian 2)

Pada bagian pertama, saya telah berbicara bahwa orang Kristen tidak boleh tercemar dengan orang dunia, yang suka membuat hukuman sendiri. Sekarang, saya akan memberitahu kepada Saudara-Saudari: siapa saja yang berhak menghukum dan dihukum.

Sebelum itu, seperti yang telah diketahui oleh semua orang Kristen, bahwa Tuhan berada di atas semuanya (di atas manusia, bahkan manusia yang paling pintar di duniapun kalah dengan-Nya). Manusia (saya dan Saudara-Saudari) ditempatkan ke dunia ini. Di dunia ini, kita hanya hidup sementara. Kita semua pasti akan pergi ke Surga atau ke Neraka suatu waktu. Kalau kita lebih sering menerapkan kasih dalam kehidupan sedetik-detik, kemungkinan besar masuk Surga. Sebaliknya, jika kita lebih sering menghukum dengan hukuman buatan kita sendiri, kemungkinan masuk Neraka. Iblis adalah pribadi yang tidak senang akan adanya kehadiran Tuhan. Ia selalu mengintimidasi (menghantui) manusia. Sebagai contoh, ketika kita berbuat salah terhadap seseorang, kita sudah meminta maaf kepada orang itu. Bukannya menerima permintaan maaf, orang itu justru menghukum kita. Nah, hukuman orang itu tentunya merupakan ide dari si iblis (dengan catatan: iblis tidak pernah mengampuni seseorang).

Tuhan berhak menghukum siapa saja yang bersalah. Tapi, jika kita meminta maaf terhadap Tuhan, kita akan menerima kasih dari Tuhan. Masalah hukumannya dilanjutkan atau tidak, itu terserah Tuhan. Tetapi Tuhan tidak akan mengampuni seseorang yang  berbuat sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Tuhan dan juga semua jenis setan. Dengan kata lain, setan berhak untuk dihukum secara total oleh Tuhan.

Apa yang saya maksud sesuatu yang tidak berkenan di atas? Sesuatu yang tidak berkenan yang dimaksud adalah ketika kita menghujat Roh Kudus (setahu saya hanya itu). Sebagai tambahan, kalau kita menghujat YESUS, kita masih mendapat pengampunan. Tapi kalau kita menghujat Roh Kudus, kita tidak mendapat pengampunan. Contohnya: menghina bahasa Roh (meskipun banyak bahasa Roh palsu, tapi kita juga harus berhati-hati), meledek manusia dengan bahasa Roh secara sembarangan, menggosipkan seseorang yang berbahasa Roh, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, janganlah kita saling menghukum dan menghakimi. Penghakiman dan pembalasan adalah hak Tuhan. Kita sebagai manusia tidak memiliki hak untuk menghukum dan menghakimi. Manusia memiliki hak untuk menerima hukuman dan mendapat kasih dari Tuhan YESUS.

Tuhan YESUS memberkati.

Rabu, 04 November 2009

Bikin Hukuman Sendiri

Yah, inilah para manusia pada akhir zaman (sebenarnya tidak hanya di akhir zaman, dulu juga sering. Hahahahaha...), terutama para guru. Pada saat muridnya berbuat salah, langsung diberi hadiah (hukuman maksudnya). Sudah tahu muridnya meminta maaf dan memberikan alasan yang jelas dan masuk akal, guru itu tetap menghukum muridnya (saking keras kepalanya). Akhirnya, murid itu bersedia menerima hukuman dari guru tersebut (yah, semacam saya inilah).

Saya bingung, kenapa banyak orang yang suka sekali membuat hukuman sendiri, bukannya menerapkan kasih terhadap orang lain? Giliran kasih hukuman aja cepet, tau-taunya, maafin seseorang aja ga becus sama sekali.

Oleh karena itu, terapkanlah kasih dalam kehidupan sedetik-detik. Inilah waktu-waktu terakhir, jangan bikin runyam, jangan dipengaruhi oleh orang dunia yang mau seenaknya aja (sebab kita bukan orang dunia lagi. Roma 12 : 2).

Sabtu, 17 Oktober 2009

Selamat datang di Blog Michael Lioe!

Oleh karena anugerah dari Tuhan YESUS Kristus, akhirnya blog ini bisa diikuti oleh semua pihak.