Sabtu, 14 November 2009

Selamat, ya!

Seringkali saya melihat ada suatu kejadian, dimana ada seseorang (sebut namanya A) yang mengalami penderitaan. Entah diejek, dicaci-maki, dimarahi, atau yang lain. Tanpa saya duga, orang lain (si B) malah mengatakan, "Selamat, ya!".

Saudara-Saudari yang dikasihi Tuhan YESUS, jika Anda memiliki sifat yang sama dengan si B, berhati-hatilah. Sesungguhnya, iblis sedang berada di dalam diri Anda. Peristiwa tersebut merupakan salah satu sifat iblis, yaitu bersenang-senang atas penderitaan orang lain.

Saudara-Saudari sekalian, berhati-hatilah. Iblis sedang mencari seseorang yang bisa ia jadikan sebagai korban. Korban di sini adalah seseorang yang sifatnya sejenis dengan si B.

Saya mau bertanya sekarang: adakah di antara Saudara-Saudari yang pernah berbuat demikian? Jika ada, minta ampun sekarang kepada Tuhan. Saya yakin, jika Anda meminta maaf kepada Tuhan, Tuhan pasti akan mengampuni dosa Anda, sebab Dialah Yang Maha Ampun. Asal, Anda berjanji dan bersumpah kepada Tuhan dan diri Anda sendiri, bahwa Anda tidak akan berbuat demikian untuk yang kesekian kalinya.

Lalu, kapan ucapan selamat tersebut diucapkan? Ucapan selamat tersebut diucapkan pada saat teman kita sedang mengalami masa-masa yang indah, bersukacita, bergembira. Masa sih tidak bisa membedakan antara orang yang menderita dengan orang yang bersukacita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar