Yah, inilah para manusia pada akhir zaman (sebenarnya tidak hanya di akhir zaman, dulu juga sering. Hahahahaha...), terutama para guru. Pada saat muridnya berbuat salah, langsung diberi hadiah (hukuman maksudnya). Sudah tahu muridnya meminta maaf dan memberikan alasan yang jelas dan masuk akal, guru itu tetap menghukum muridnya (saking keras kepalanya). Akhirnya, murid itu bersedia menerima hukuman dari guru tersebut (yah, semacam saya inilah).
Saya bingung, kenapa banyak orang yang suka sekali membuat hukuman sendiri, bukannya menerapkan kasih terhadap orang lain? Giliran kasih hukuman aja cepet, tau-taunya, maafin seseorang aja ga becus sama sekali.
Oleh karena itu, terapkanlah kasih dalam kehidupan sedetik-detik. Inilah waktu-waktu terakhir, jangan bikin runyam, jangan dipengaruhi oleh orang dunia yang mau seenaknya aja (sebab kita bukan orang dunia lagi. Roma 12 : 2).
Saya bingung, kenapa banyak orang yang suka sekali membuat hukuman sendiri, bukannya menerapkan kasih terhadap orang lain? Giliran kasih hukuman aja cepet, tau-taunya, maafin seseorang aja ga becus sama sekali.
Oleh karena itu, terapkanlah kasih dalam kehidupan sedetik-detik. Inilah waktu-waktu terakhir, jangan bikin runyam, jangan dipengaruhi oleh orang dunia yang mau seenaknya aja (sebab kita bukan orang dunia lagi. Roma 12 : 2).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar