Pada bagian pertama, saya telah berbicara bahwa orang Kristen tidak boleh tercemar dengan orang dunia, yang suka membuat hukuman sendiri. Sekarang, saya akan memberitahu kepada Saudara-Saudari: siapa saja yang berhak menghukum dan dihukum.
Sebelum itu, seperti yang telah diketahui oleh semua orang Kristen, bahwa Tuhan berada di atas semuanya (di atas manusia, bahkan manusia yang paling pintar di duniapun kalah dengan-Nya). Manusia (saya dan Saudara-Saudari) ditempatkan ke dunia ini. Di dunia ini, kita hanya hidup sementara. Kita semua pasti akan pergi ke Surga atau ke Neraka suatu waktu. Kalau kita lebih sering menerapkan kasih dalam kehidupan sedetik-detik, kemungkinan besar masuk Surga. Sebaliknya, jika kita lebih sering menghukum dengan hukuman buatan kita sendiri, kemungkinan masuk Neraka. Iblis adalah pribadi yang tidak senang akan adanya kehadiran Tuhan. Ia selalu mengintimidasi (menghantui) manusia. Sebagai contoh, ketika kita berbuat salah terhadap seseorang, kita sudah meminta maaf kepada orang itu. Bukannya menerima permintaan maaf, orang itu justru menghukum kita. Nah, hukuman orang itu tentunya merupakan ide dari si iblis (dengan catatan: iblis tidak pernah mengampuni seseorang).
Tuhan berhak menghukum siapa saja yang bersalah. Tapi, jika kita meminta maaf terhadap Tuhan, kita akan menerima kasih dari Tuhan. Masalah hukumannya dilanjutkan atau tidak, itu terserah Tuhan. Tetapi Tuhan tidak akan mengampuni seseorang yang berbuat sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Tuhan dan juga semua jenis setan. Dengan kata lain, setan berhak untuk dihukum secara total oleh Tuhan.
Apa yang saya maksud sesuatu yang tidak berkenan di atas? Sesuatu yang tidak berkenan yang dimaksud adalah ketika kita menghujat Roh Kudus (setahu saya hanya itu). Sebagai tambahan, kalau kita menghujat YESUS, kita masih mendapat pengampunan. Tapi kalau kita menghujat Roh Kudus, kita tidak mendapat pengampunan. Contohnya: menghina bahasa Roh (meskipun banyak bahasa Roh palsu, tapi kita juga harus berhati-hati), meledek manusia dengan bahasa Roh secara sembarangan, menggosipkan seseorang yang berbahasa Roh, dan sebagainya.
Oleh sebab itu, janganlah kita saling menghukum dan menghakimi. Penghakiman dan pembalasan adalah hak Tuhan. Kita sebagai manusia tidak memiliki hak untuk menghukum dan menghakimi. Manusia memiliki hak untuk menerima hukuman dan mendapat kasih dari Tuhan YESUS.
Tuhan YESUS memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar