Senin, 08 Februari 2010

Meninggikan Diri akan Direndahkan

Senin, 8 Februari 2010

Meninggikan Diri akan Direndahkan

Oleh: Pdt. Jonathan Lopulalan


 

Bacaan diambil dari Yesaya 5 : 15.

Jika kita menyimak Firman Tuhan di atas, di sana dikatakan bahwa orang sombong akan direndahkan.

Orang yang meninggikan diri sering berpikir bahwa meninggikan diri merupakan suatu kelemahan. Sebenarnya, orang yang meninggikan diri merupakan suatu kejahatan karena akan direndahkan oleh Tuhan. Dapat dibuktikan dari kitab Amsal 8 : 13 (Tuhan membenci kesombongan) dan Mazmur 101 : 5 (Tuhan tidak menyukai seseorang yang sombong).

Ada 3 (tiga) alasan mengapa orang yang meninggikan diri akan direndahkan:

a. Meninggikan diri menjadi hambatan rencana Tuhan dalam hidup seseorang.

Orang yang rendah hati tidak akan terhambat sebab Tuhan memiliki rencana terindah bagi mereka. Sebaliknya, orang yang tinggi hati menjadi ambisius.

Contoh: Raja Herodes. Oleh karena ia tinggi hati dan jahat, dia perintahkan anak yang berusia di bawah 2 tahun dimusnahkan. Ia juga membunuh istrinya dan orang di sekitarnya. Oleh karena perbuatannya itu, ia mati dengan cara yang tidak layak: dimakan cacing.

Janganlah kita menjadi orang yang sok. Kalau ada guru, kita menjadi sok pintar. Begitu tidak ada guru, langsung kita lupa apa yang ia ajarkan dan kita langsung lecehkan dia. Ini merupakan karakter yang wajib dibuang dari seorang murid. Oleh sebab itu, apa yang guru ajarkan, perhatikan. Pasti Tuhan berkati.

b. Meninggikan diri menjadi penghambat pertumbuhan rohani.

Ini merupakan bahaya bagi orang yang tinggi hati yang merasa bahwa dirinya bisa melakukan segalanya. Dalam ibadah, orang yang tinggi hati merupakan orang yang ngobrol sendiri dengan temannya, atau orang yang duduk diam seolah-olah mendengarkan, tetapi pikirannya tidak fokus pada ibadah (melayang entah ke mana).

Contoh: Firaun. Ia direndahkan Tuhan oleh sebab kekerasan hatinya yang tidak mau mengizinkan bangsa Israel keluar menuju Mesir.

Agar iman kita bertumbuh, hendaknya kita merendahkan hati dan merendahkan diri.

Di abad 21 ini, banyak sekali terjadi kejahatan. Mereka mengajarkan teori homo homoni lupus, yang berarti manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya. Padahal, Alkitab mengajarkan tentang kasih. Contohnya dalam hal tolong-menolong (tapi bukan tolong-menolong dalam hal menyontek).

Orang Indonesia saat ini agak "bodoh" dan tinggi hati. Mereka mengetahui bahwa ada tulisan dilarang merokok. Tetapi mereka masih saja menghisap rokok (tetap memakai rokok). Kalau mereka mau diberkati Tuhan, jangan merokok lagi!

c. Meninggikan diri menjadi penghambat berkat Tuhan.

Di dalam Yesaya 11, dikatakan bahwa Tuhan memanggil kita agar menjadi orang yang rendah diri dan rendah hati agar diberkati. Orang yang rendah diri merupakan orang yang mau bertobat dan mau mengalami perubahan.


 

Ringkasan khotbah Pdt. Janathan Lopulalan (Meninggikan Diri akan Direndahkan), dengan beberapa pengubahan.

Ringkasan asli dapat dilihat di Alkitab Michael Lioe

Anda dapat membantu memperbaiki isi ringkasan khotbah ini lewat komentar atau Chat Box yang disediakan.


 

Tuhan YESUS memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar