Resensi Khotbah: Pdt. Adianto Surjadi
Rendah Hati Disenangi Tuhan
Senin, 16 November 2009
Ester 6 : 1 - 14
Sebuah kisah yang menceritakan Mordekhai, seseorang yang merupakan orang buangan dan tawanan.
Ada beberapa hal yang ia perbuat dan sungguh berharga:
a. Menyelamatkan raja,
b. Menunjukkan kesetiaan terhadap raja,
b. Menunjukkan kesetiaan terhadap raja,
c. Menunjukkan jasa kepada bangsa,
Dan lain-lain.
Fakta menyebutkan:
Jika ada raja yang mati, maka seluruh negeri akan terjadi kegoncangan. Jika ada pergantian raja, maka sebagian besar orang berebut jabatan menjadi raja.
Pada saat Ester dinobatkan sebagai ratu, ia tidak meminta jasa, karena menjadi ratu merupakan panggilan jiwa. Berbeda dengan orang-orang saat ini. Mereka hanya mau mencari upah dan jasa.
Setelah Mordekhai menyelamatkan raja, raja tidak dapat tidur dan memerintahkan agar membawa dan membaca kitab pencatatan sejarah. Dalam kitab itu, tercatat nama Mordekhai yang berupaya membunuh Raja Ahashweros. Setelah itu, Tuhan menggerakkan hati raja untuk memberikan pakaian kebesaran, kuda, dan mahkota yang selayaknya dipakai oleh raja pada umumnya.
Jika ada sesuatu yang kita kerjakan, maka kita harus mengerjakannya.
Mordekhai mendapat panggilan untuk menyelamatkan raja, dan tak ada seorangpun yang berani menegurnya. Artinya, jika kita mendapat panggilan, maka tidak ada seorangpun yang berani menegur kita.
Di dunia ini, banyak sekali orang yang pintar, tetapi kelakuannya agak buruk. Maka, tidak ada gunanya jika orangnya pintar, tapi kelakuannya buruk (sama saja dengan teroris).
Ada beberapa pengertian rendah hati menurut Mordekhai:
a. Mengerjakan sesuatu dengan tulus,
b. Bekerja tidak karena upah, tetapi untuk membangun hidup,
c. Tidak sombong, dan
d. Sabar.
Jika ada seseorang yang telah berjasa, tetapi tidak dianggap oleh seseorang, biarkan saja. Tunggu saja waktunya Tuhan.
Percuma saja jika kita pintar tapi kelakuan kita buruk. Maka dari itu, jangan hormati orang yang pintar tapi kelakuannya buruk, melainkan hormatilah orang yang pintar dan kelakuannya baik.
Resensi khotbah ini dibuat oleh: Michael Lioe, dengan beberapa perubahan.
Naskah asli dapat dilihat di Alkitab Michael Lioe.
s
BalasHapusa
m
p
a
h
Siapa, nih?
BalasHapusMohon orang tak beriman jangan mencemari tempat ini.
BalasHapus